PATI - Di tengah geliat pembangunan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, upaya membangun kesadaran lingkungan juga digencarkan. Salah satunya melalui sosialisasi pencegahan pencemaran lingkungan yang digelar Perhutani KPH Pati di Balai Desa Godo, Kecamatan Winong, Jumat (24/4/2026).
Suasana balai desa pagi itu tampak berbeda. Puluhan warga duduk menyimak dengan serius materi yang disampaikan perwakilan Perhutani, Heko. Dengan bahasa sederhana namun lugas, ia mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban kita bersama. Lingkungan yang sehat akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat, ” ujar Heko di hadapan peserta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD, yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat desa.
Dalam paparannya, Heko menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dengan langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap warga. Salah satunya adalah membiasakan menanam pohon di sekitar rumah.
“Minimal satu rumah satu pohon. Selain membantu mengurangi polusi udara, ini juga bisa menjaga kesejukan lingkungan dan mencegah dampak perubahan iklim secara lokal, ” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang diabaikan, seperti membuang sampah sembarangan atau tidak menjaga kebersihan saluran air. Jika dibiarkan, hal tersebut berpotensi memicu bencana seperti banjir dan kerusakan lahan.
Program edukasi ini mendapat respons positif dari warga. Mereka menilai kegiatan tersebut membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Kepala Desa Godo, Soewondo menyebut, sosialisasi semacam ini sangat relevan dengan kondisi desa yang sebagian wilayahnya masih bergantung pada sektor pertanian dan sumber daya alam.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau lingkungan terjaga, hasil pertanian juga akan lebih baik dan kehidupan warga ikut meningkat, ” ujarnya.
Melalui pendekatan edukatif dalam TMMD ke-128 ini, diharapkan masyarakat Desa Godo tidak hanya merasakan manfaat pembangunan fisik, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga alam. Upaya kecil yang dilakukan bersama diyakini mampu menjadi benteng awal dalam mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
(Agung)
