PATI - Kesuksesan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tak lepas dari perencanaan yang matang dan disiplin di lapangan. Hal itu tercermin dalam rutinitas apel pagi yang menjadi fondasi awal sebelum seluruh kegiatan dimulai, Minggu (26/04/2026).
Di lokasi TMMD, suasana pagi tampak penuh semangat. Personel Satgas bersama perwakilan masyarakat dan perangkat desa berkumpul mengikuti apel yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Setingkat Pleton (Danton SSK), Letda Inf Ali Sadikin. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel sebelum terjun ke lapangan.
Dalam arahannya, Letda Ali Sadikin menegaskan bahwa apel pagi memiliki peran strategis sebagai sarana pengecekan kekuatan personel, penyampaian informasi, serta pembagian tugas secara terarah.

“Apel pagi ini menjadi langkah awal sebelum kita bekerja. Setelah tugas dibagi, laksanakan dengan penuh tanggung jawab, ikhlas, dan tetap semangat meskipun hari libur, ” tegasnya di hadapan peserta apel.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam setiap pekerjaan. Menurutnya, dengan kerja yang dilandasi keikhlasan dan kekompakan, setiap target pembangunan dapat diselesaikan dengan lebih ringan dan maksimal.
Menariknya, apel tersebut tidak hanya diikuti oleh anggota Satgas TMMD, tetapi juga melibatkan masyarakat dan perangkat Desa Godo. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan desa.
Kebersamaan itu kemudian berlanjut di lapangan. Usai apel, seluruh peserta bergerak menuju titik sasaran masing-masing, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan sosial lainnya. Pola kerja yang terstruktur dan terencana ini menjadi salah satu kunci utama kelancaran program TMMD.
Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang solid, TMMD Reguler ke-128 di Desa Godo terus menunjukkan progres signifikan. Tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Program ini kembali membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan desa bukan hanya ditentukan oleh sumber daya, tetapi juga oleh kedisiplinan, perencanaan yang baik, serta kolaborasi yang kuat antara TNI dan masyarakat.
(Agung)
